Smadijah: Mahasiswa PLP UNESA Resmi Ditarik dari SMA Khadijah, Tinggalkan Berbagai Pengalaman Berharga
SMA Khadijah – Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SMA Khadijah Surabaya resmi berakhir melalui kegiatan penarikan dan pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa PLP UNESA, dosen pembimbing, Kepala SMA Khadijah, wakil kepala sekolah, guru pamong, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PLP.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran program yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Suasana acara semakin menarik dengan pembawaan acara oleh MC dari SMA Khadijah Surabaya yang menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Ketua PLP SMA Khadijah, Reyhan Ekaprana Tarigan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA, menyampaikan laporan serta ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak sekolah yang telah menerima dan membimbing mahasiswa selama menjalani praktik lapangan.
Dalam sambutannya, dosen pembimbing PLP UNESA, Prof. Dr. Rindawati, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada SMA Khadijah atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa. Beliau menekankan bahwa pengalaman di sekolah merupakan bekal penting bagi mahasiswa calon pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMA Khadijah Surabaya yang telah membimbing dan mengajari mahasiswa kami. Mereka masih belajar memahami realitas di lapangan sebagai seorang guru. Karena hakikat belajar adalah menjadikan yang tidak tahu menjadi tahu,” ujar Prof. Rindawati.
Sementara itu, Kepala SMA Khadijah, H. Muhammad Iqbal, S.Ag., M.Si., menyampaikan pesan inspiratif mengenai makna pendidikan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan sejatinya dibangun atas dasar cinta dan kepedulian terhadap peserta didik.
“Semua api itu panas dan membakar, kecuali api cinta. Di dunia pendidikan, yang kita ajarkan adalah cinta. Tidak ada pembelajaran yang mengajarkan kebencian,” ungkapnya di hadapan peserta yang hadir.
Menjelang akhir sambutannya, H. Muhammad Iqbal juga membacakan sebuah puisi yang menambah suasana haru dalam acara pelepasan tersebut.
Kesan dan pesan dari pihak guru disampaikan oleh Shodiqin selaku perwakilan guru pamong. Beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa PLP selama berada di SMA Khadijah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga berbagai aktivitas sekolah lainnya.
Selama menjalani PLP, mahasiswa turut membantu penyambutan siswa pada pagi hari, mendampingi pelaksanaan salat Zuhur dan Asar, menjalankan tugas piket, membantu operasional perpustakaan, menggantikan wali kelas yang berhalangan hadir, mengikuti kegiatan promosi sekolah ke berbagai SMP, hingga menjadi pengawas ujian.
Pada kesempatan yang sama, Reyhan Ekaprana Tarigan mengungkapkan bahwa program PLP memberikan banyak pengalaman baru yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan.
“Saya belajar banyak tentang bagaimana mengelola dan menghadapi siswa. Sebelumnya saya belum memiliki gambaran yang cukup mengenai cara mengajar yang baik di kelas. Melalui PLP ini, kami belajar langsung dari guru dan situasi nyata di sekolah,” ujarnya.
Menurut Reyhan, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika mahasiswa diajak mengunjungi berbagai SMP untuk mempromosikan SMA Khadijah. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus mengenalkan keunggulan sekolah kepada calon peserta didik.
Melalui kegiatan penarikan dan pelepasan ini, kerja sama antara UNESA dan SMA Khadijah Surabaya diharapkan dapat terus terjalin dengan baik. Pengalaman yang diperoleh selama PLP menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami realitas dunia pendidikan secara langsung.
Penulis: Gabriele Rinda Phoebe
